CDCSUI Dorong Sedulur Sikep Sambongrejo Kembangkan Talas dan Uwi
BLORA — Talas dan uwi bukan sekadar tanaman pangan bagi masyarakat Sedulur Sikep di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Di balik tanaman lokal tersebut terdapat pengetahuan dan kehidupan masyarakat yang terus dijaga. Kini, upaya tersebut mulai diarahkan pada langkah yang lebih terorganisasi melalui pembentukan Kelompok Pengolahan Talas dan Uwi “SIDOMAKMUR SAMBONGREJO”, yang disepakati dalam musyawarah di Pendopo Samin Sambongrejo, Jumat (25/9/2026).
Musyawarah tersebut mempertemukan Pemerintah Desa, BPD, tokoh Sedulur Sikep, LMDH, Perhutani KPH Cepu, PPL, serta masyarakat bersama Community Consultation Support (CCS) CDCSUI Jawa Tengah Hastati yang didampingi Field Officer Blora Misbachul Huda. Pemerintah Desa dan BPD Sambongrejo menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program CDCSUI, sementara Perhutani KPH Cepu juga telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare di RPH Mejurang Petak 3017 dan 3018, BKPH Kendilan, untuk mendukung pengembangan tanaman lokal.
Bagi masyarakat, pembentukan kelompok bukan hanya soal kelembagaan. Suwarso, sesepuh Sedulur Sikep Sambongrejo, menyampaikan bahwa kelembagaan diperlukan agar budidaya, pengolahan hingga pemasaran talas dan uwi dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal senada disampaikan Hastati, CCS CDCSUI Jawa Tengah, yang menekankan pentingnya kelompok untuk mempermudah koordinasi dan pendampingan. Menariknya, pengolahan dan produksi nantinya tidak hanya ditujukan bagi pengurus, tetapi juga diharapkan dapat melibatkan warga Sedulur Sikep secara lebih luas.
Lebih jauh, CDCSUI juga mendorong agar konservasi tanaman lokal dapat berjalan berdampingan dengan pemanfaatan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Talas dan uwi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pangan, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih dekat dengan konsumen masa kini. Pengembangan produk olahan yang kreatif untuk menarik Generasi Z menjadi salah satu gagasan yang muncul dalam musyawarah. Bahkan, aktivitas “nandur talas dan uwi” berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman edukasi dan wisata yang menggabungkan pertanian, budaya, dan kearifan lokal Sedulur Sikep.
Pembentukan SIDOMAKMUR SAMBONGREJO menjadi langkah awal untuk membawa konservasi tanaman lokal lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Pelatihan pengolahan dan produksi direncanakan pada Oktober mendatang, dengan harapan kegiatan tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga. Dari Sambongrejo, talas dan uwi tidak hanya dijaga agar tetap tumbuh, tetapi juga diupayakan agar tetap hidup dalam pengetahuan, budaya, dan ekonomi masyarakat.